Welcome to Akhmad Febri Romadon's Blog

Minggu, 01 Januari 2012

Agrowisata Kebun Teh Kaligua, Brebes

Kebun Teh Kaligua

Perkebunan Teh Kaligua merupakan kawasan wisata agro dataran tinggi. Berada di Kaligua, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Perkebunan ini dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX dan merupakan diversifikasi usaha untuk meningkatkan optimalisasi aset perusahaan dengan didukung potensi alam yang indah. Lokasi Perkebunan Kaligua terletak sekitar 10 km dari arah Kecamatan Paguyangan, atau sekitar 15 km dari Bumiayu. Jalur transportasi dapat ditempuh melalui jalur utara via Brebes atau Tegal-Bumiayu-Kaligua, Cirebon-Bumiayu-Kaligua, dan jalur selatan via Purwokerto-Paguyangan-Kaligua. Jalur tersebut dilewati jalan utama Tegal-Purwokerto. Tepat masuk lewat pertigaan Kaligua, Kretek, perjalanan mulai berkelok-kelok dan naik-turun. Di Bumiayu, tepatnya di Pandansari Paguyangan, sekitar 60 km dari Purwokerto terdapat perkebunan teh peninggalan penjajah Belanda yang eksis hingga sekarang. Pemandangannya elok, hawanya sejuk, udaranya segar….
Kini Anda bisa menikmati panorama alam dan udara segar di sana karena terbuka untuk umum sebagai arena wisata agro. Perkebunan ini dikelola PTP milik pemerintah (BUMN).
Pemandangan di siang hari
Berkeliling perkebunan merupakan kegiatan favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke sini. Hawanya yang segar ditambah harumnya proses pembuatan teh menjadi daya tarik tersendiri bagi kawasan ini. Dari salah satu tempat di perkebunan ini, Anda dapat menikmati keindahan panorama indah Gunung Slamet dari dekat, yaitu Puncak Sakub. Selain Gunung Slamet, Gunung Ciremai, Tegal dan pemandangan Kota Cilacap juga dapat Anda nikmati di sini. 
Di perjalanan kita akan disuguhi pemandangan alam nan asri, hamparan sawah, bukit-bukit hutan pinus, kemudian memasuki daerah yang lebih tinggi, terdapat hamparan luas kebun kentang milik petani. Tentu saja ada sungai dengan aliran air nan jernih….


Telaga Ranjeng
Sebelum sampai ke perkebunan, berhentilah di telaga Ranjeng. Danau kecil memanjang ini berada di antara bukit - bukit ladang kentang milik petani, dan sebagian pohon pinus yang menjuntai ke langit.
Telaga ini terkenal dengan ribuan ikan lele, yang akan bergerombol berebut makanan (nasi atau roti) yang kita tebarkan…. Anda bisa memegangi lele-lele itu, bahkan menggenggamnya, namun ada pamali: jangan sekali-kali menjadikannya ikan untuk konsumsi (bikin lele bakar atau goreng, misalnya). Karena ada mitos, orang yang berani makan lele telaga Ranjeng, maka akan kena musibah…..
Mitos ini ternyata ada positiffnya: lele telaga ranjeng lestari hingga saat ini. Namun kadang ada saatnya lele telaga ranjeng tidak mau keluar satu pun. Mereka entah ’pergi’  kemana, apakah ’ngerong’ masuk ke dasar telaga atau ’berubah’ menjadi tikus hama padi para petani.
Demikian sebagian orang mempercayainya: tikus yang menyerang sawah berasal dari lele-lele Ranjeng yang ’berubah’, makanya kadang ada sesaji di situ untuk ’melunakkan’ serangan mereka.
Tea Walk
Dari telaga Ranjeng, 3 km lagi adalah perkebunan teh Kaligua. Setelah bayar retribusi di pintu gerbang, parkir kendaraan Anda di tempat parkir yang tidak jauh dari gerbang. Anda bisa rehat sejenak di cafe atau kalau berombongan bisa menyewa aula untuk makan-2 bersama. Anda bisa mulai jalan-jalan mengitari kebun teh nan hijau dengan udaranya yang segar. Untuk anak-anak yang suka bermain di air, tersedia kolam renang mini dan arena outbond…
Gua Jepang
Belum ke Kaligua kalau belum merasakan sensasi menelusuri lorong gua Jepang. Gua buatan penjajah dari negeri Matahari ini konon dijadikan tempat persembunyian para petinggi tentara Jepang. Berada di bawah bukit kebun teh, gua ini memiliki panjang lorong 800 mtr-an, namun untuk keamanan hanya sekitar 300-an meter yang boleh dijelajahi. Kalau hari Minggu neon di dalam lorong gua akan dinyalakan, namun sebenarnya akan lebih sensasional kalau kita menggunakan lampu sorot (senter) atau obor saja. Ada ruang tawanan, ruang rapat, ruang senjata di dalam gua itu… Pemandu akan mengiringi penelusuran gua tsb.
Puncak Sakub
Puncak tertinggi perkebunan teh Kaligua adalah Puncak Sakub (+/- 2.060 dpl). Bisa ditempuh dengan jalan kaki atau mobil. Bagi yang suka off road, tentu sangat senang menelusuri jalan berbatu yang menanjak, berkelok seperti obat nyamuk. Dari atas, kita akan menyaksikan hamparan perkebunan yang luas, perkampungan penduduk di sisi barat, dan puncak Gunung Slamet di sisi timur. Panorama yang sangat indah adalah kalau bisa menyaksikan terbitnya matahari dari balik Gunung Slamet, tentu kalau cuaca bersahabat alias tidak berkabut dan bermendung…
Kalau mau menginap bisa?
Jangan khawatir, kalau ingin menikmati dinginnya malam pegunungan dan bunyi jangkrik serta belalang malam hari, tersedia homestay yang terjangkau… kalau ingin meinkmati matahari terbit di puncak sakub, sebaiknya menginap di sana. Bangun pagi, shalat subuh, lalu jalan-jalan naik ke atas puncak Sakub… Dan nikmati pemandangan alam nan indah seraya mengagumi keindahan ciptaan-Nya…



Hasil pengolahan perkebunan teh Kaligua adalah berupa produk hilir teh hitam (black tea) dengan merek "Kaligua" dalam kemasan teh celup dan serbuk. Jadi, bagi Anda yang berkunjung, Anda dapat langsung menikmati hangatnya teh hitam atau dapat membeli sebagai oleh-oleh.
Pintu gerbang
dari puncak sakub

IMG_1686







Thanks for visiting my blog

 
Powered by Akhmad Febri Romadon - The Best of Student Activity